Kalau ada yang menentang kenaikan BBM…itu artinya mendukung orang kaya supaya menjadi bertambah kaya … JK said. well kata-kata ini sedikit menjadi bahan renungan yang dalam buat saya.
Asumsinya ketika Subsidi BBM dikurangi, berarti akan ada kompensasi dari pengurangan subsidi itu bukan? Memang angka Subsidi dalam APBN terhitung sangat tinggi. Namun ketika mendengar akan dikuranginya BBM, di satu sisi diharapkan akan ada tambahan untuk subsidi pada bidang lain.
Tapi alih-alih pengurangan, malah-malah terjadi Peningkatan harga dimana-mana. Tidak hanya Bahan makanan sekarang yang terkena dampaknya malah dunia pendidikan. Padahal semangat positifnya diawal, diharapkan dengan pengurangan subsidi BBM, subsidi untuk pendidikan akan bertambah. TERNYATA!!!
Ini kisah nyata ………
lately, adik ku sedang pusing menentukan mau kuliah dimana, karena saat ini mekanisme penerimaan kuliah punya sistem yang berbeda. Dimana “jatah” kursi penerimaan melalui jalur SPMB sangat tipis, berbeda dengan “jatah” kursi melalui seleksi Ujian mandiri. Untuk uang pangkal di muka saja …minimal harus merogoh uang kira-kira 20 juta… ya ampuuun…itu pun dengan jurusan yang bisa dibilang sangat kurang diminati…
Tidak bisa dibayangkan akan sangat banyak orang-orang yang minim pendidikan di Indonesia.
Harga bahan pangan Naik… Uang Pendidikan Naik … Mau jadi apa Negara ini…